'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Workshop dan magang guru PAUD Aisyiyah Sarolangun di TK Aisyiyah Bukittinggi
22 November 2022 21:27 WIB | dibaca 47

15 orang gurunTK melakukan magang dan workshop di TK Aisyiyahb1 Bukittinggi.Disamping memberikan materi merdeka belajar dan kurikulum Aisyiyah,guru2 ini juga diberikan pembelajaran berdasarkan sentra,yang akan dilakukan kepada anak anak tiap hari. 
 

Yang paling menarik dan akan mengubah paradigma dan konsep pembelajaran adalah restitusi.Restitusi adalah metode penyusunan model disiplin di sekolah,yang mengajak murid melakukan disiplin positif.

Disiplin yang diajarkan,tidak dengan hukuman,tetapi dengan konsep  bagaimana guru menumbuhkan disiplin diri  karena motivasi internal untuk mewujudkan murid yang merdeka.Restitusi memberikan kesempatan untuk disiplin positif,memulihkan diri dari kesalahan sehingga mempunyai tujuan yang jelas.Memberikan kesempatan bagi murid untuk jujur dengan diri sendiri,dan mengevaluasi dampak dari kesalahan yang dilakukan.Anak anak akan di beri penasaran bukan paksaan,seperti pemberian hukuman pada kesalahan.

ada 3 segitiga restitusi.

1.menstabilkan identitas

2.validasi tindakan yang salah

3.menanyakan keyakinan

Jadi seorang guru  menenangkan mereka,mencari solusi untuk permasalahannya, kemudian memvalidasi,harus memahami kenapa si murid berbuat salah,hingga mereka merasa dipahami.

setelah itu guru harus menanyakan keyakinannya, memang ada kesalahan dan murid sendiri dengan sadar akan menjalani proses dari dampak kesalahannya.

Restitusi ini,adalah dasar dari seorang anak dalam proses merdeka belajar.Anak yang merdeka,akan melakukan disiplin dengan nyaman dan melakukan disiplin dan jujur sebagai karakter utamanya.Pembelajaran Restitusi ini,disampaikan oleh guru TK Andrea reza, di tegaskan lagi oleh wakil ketua PDA, dr RahminYetti,SpA, Mengajarkan anak anak,terutama Balita harus dengan nyaman dan kasih sayang,bukan dengan hukuman,karena kekerasan akan membuat terganggu nya pertumbuhan jaringan sinapsis dan neron otak.

Kegiatan selama 3 hari ini,ditutup dengan makan siang bersama,dan saling berjanji,untuk mencoba mendisiplinkan diri anak murid bukan dengan hukuman, tetapi dengan restitusi.

 

Shared Post:
Arsip Berita
Berita Terbaru
Berita Terkomentari